Surat Sultan Abun Nasar Abdul Qahar Banten Kepada Susuhunan Amangkurat Senapati Ingalaga Mataram November 1677 Masehi

Terjemahan dalam Teks Belanda

Translaetbrief van den Sulthan Abou Nasar tot Bantam aan den Zousouhounan Amaugh Courat Senopatti Ingalaga. 1

Dese onderdanige groetenisse van den Sulthan Abou Nazar tot

Bantam, compt aen myn vader den Sousouhounan Amang Courat

Senopatty Ingalaga, die gelukkigh, gezegent en oprecht is, mits-

gaders zoo suyver als een spiegel en een beschermer van Syne

broederen, adelen en ondersaten en die oock van Godt verhoogt

is tot een Oprechte Coninck en voorstander van onse religie tot

Mattaram, achtervolgende Godts geboden ende de wetten der Maho-

mettanen, gelyck een standaertdrager van Mahometli en dewelcke

tot alle deughden, geluck en heyl geschapen zy, wien God aller

hande vermaack ende zegeningen in de werelt eeuwiglyek gunne

tot loon voor alle Syne goede wereken ende daden, wyders Heer,

de brief, die myn heer met Tommogon Malaja, Tommogon Tjaccra-

nagara en Aria Soureng Rana aan my afgesonden hadde, heb ick

wel ontfangen en den ganschen inhoud van dien volcomentlyck

verstaan, waarvoor danekbaar blyve; maar dat UE. genegen syt

de negari Chirebon te verdistrueren, daar bid Ick duysentmaal

voor, dat UE. sulex niet gelieft te doen en byaldien UE. myn ver-

soeck niet en wil toestaan, soo sal Godt oock niet geven, dat

Bantam en Mattaram in vreede blyven sal, voorts versoeckt UE.

oock, om de Maccassaer, die binnen Bantam is, te mogen hebben

genaemt: Aria Danou Radja. Ick bidde U oock ten hoochsten my

daervan gelieft te exeuseeren en niet qualyck alf te nemen, dewyl

wy van outsher van één religie syn en Aria Danou Radja een

neeff van Crain Glisson; dit is al ’tgene ick te seggen hebbe.

Deze brief, hoewel daarin de Soesoehoenan met oorlog bedreigd wordt, ingeval

hij Cheribon mogl aantasteu, is in eerbiedigen toon geschreven. Men honde daarbij

echter in het oog, dat deze brief is van Aboe’1 Natzar, den jongen Sultan van Bantam.

Later declcu wij een brief van den ouden regerenden Sultan, Ageng, mede, waarin

met minachting tot den Soeboehoeuan het woord wordt gevoerd.

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia (Edisi Diplomatik)

Terjemahan Surat dari Sultan Abun Nasar di Banten kepada Susuhunan Amangkurat Senopati Ingalaga.1

Salam hormat yang penuh kerendahan hati ini dari Sultan Abun Nasar di Banten, disampaikan kepada ayahku Susuhunan Amangkurat Senopati Ingalaga, yang berbahagia diberkahi dan yang berhati tulus; yang juga sebersih cermin, dan pelindung kepada saudara-saudaranya, para bangsawannya, dan rakyatnya; dan yang oleh Allah telah diangkat menjadi seorang raja serta pelindung agama kita di Mataram; yang mengikuti perintah-perintah Allah dan hukum-hukum kaum Muslimin; laksana pembawa panji Nabi Muhammad; dan yang diciptakan untuk segala kebajikan keberuntungan dan keselamatan; yang kepada siapa Allah menganugerahkan segala kenikmatan dan keberkahan di dunia untuk selamanyasebagai balasan terhadap segala perbuatan baiknya, selanjutnya wahai Tuan, surat, yang Tuanku melalui Tumenggung Malaya, Tumenggung Cakranagara dan Aria Surengrana telah aku terima dengan baik dan seluruh isinya telah aku kupahami sepenuhnya, untuk itu aku sampaikan terima kasih; tetapi tentang kehendak Yang Mulia untuk menghancurkan negeri Cirebon, untuk hal itu aku memohon seribu kali, supaya Yang Mulia tidak berkenan melakukan hal itu dan apabila Yang Mulia tidak berkenan mengabulkan permohonanku, maka Allah juga tidak menghendaki, bahwa Banten dan Mataram akan tetap dalam perdamaian, selain itu Yang Mulia juga memohon, tentang orang Makasar, yang berada di Banten, supaya diserahkan yang bernama: Aria Danuraja. Aku memohon kepadamu dengan setinggi-tingginya supaya memaafkanku tentang hal ini dan tidak berkenan menanggapinya sebagai sesuatu yang buruk, oleh karena kami sejak dahulu berasal dari satu agama dan Aria Danuraja merupakan keponakan dari Karaeng Galisong; ini semua yang hendak aku sampaikan.

Surat ini, meskipun didalamnya Susuhunan diancam dengan perang, apabila ia sampai menyerang Cirebon, tetap ditulis dengan nada yang penuh hormat. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa, surat ini berasal dari Abu Nasar, Sultan Muda Banten. Kemudian kami jiuga akan menyertakan sebuah surat dari Sultan Tua yang sedang memerintah, Agung, yang didalamnya kata-kata disampaikan kepada Susuhunan dengan sikap yang merendahkan.

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia (Edisi Kritis/Standar)

Terjemahan Surat dari Sultan Abun Nasar di Banten kepada Susuhunan Amangkurat Senopati Ingalaga.1

Salam hormat yang penuh kerendahan hati ini dari Sultan Abun Nasar di Banten. Disampaikan kepada ayahku Susuhunan Amangkurat Senopati Ingalaga, yang berbahagia, diberkahi dan yang berhati tulus; yang juga sebersih cermin. Dan pelindung kepada saudara-saudaranya, para bangsawannya, dan rakyatnya. Dan yang oleh Allah telah diangkat menjadi seorang raja serta pelindung agama kita di Mataram; yang mengikuti perintah-perintah Allah dan hukum-hukum kaum Muslimin, laksana pembawa panji Nabi Muhammad. Dan yang diciptakan untuk segala kebajikan, keberuntungan dan keselamatan; yang kepada siapa Allah menganugerahkan segala kenikmatan dan keberkahan di dunia untuk selamanya.Sebagai balasan terhadap segala perbuatan baiknya. Selanjutnya wahai Tuan, surat, yang Tuanku kirimkan melalui Tumenggung Malaya, Tumenggung Cakranagara dan Aria Surengrana telah aku terima dengan baik dan seluruh isinya telah aku kupahami sepenuhnya. Untuk itu aku sampaikan terima kasih. Tetapi tentang kehendak Yang Mulia untuk menghancurkan negeri Cirebon. Untuk hal itu aku memohon seribu kali, supaya Yang Mulia tidak berkenan melakukan hal itu. Dan apabila Yang Mulia tidak berkenan mengabulkan permohonanku, maka Allah juga tidak menghendaki bahwa Banten dan Mataram akan tetap dalam perdamaian. Selain itu Yang Mulia juga memohon tentang orang Makasar yang berada di Banten supaya diserahkan yang bernama: Aria Danuraja.

Aku memohon kepadamu dengan setinggi-tingginya supaya memaafkanku tentang hal ini dan tidak berkenan menanggapinya sebagai sesuatu yang buruk. Oleh karena kami sejak dahulu berasal dari satu agama dan Aria Danuraja merupakan keponakan dari Karaeng Galisong. Ini semua yang hendak aku sampaikan.

Surat ini, meskipun didalamnya Susuhunan diancam dengan perang, apabila ia sampai menyerang Cirebon, tetap ditulis dengan nada yang penuh hormat. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa, surat ini berasal dari Abu Nasar, Sultan Muda Banten. Kemudian kami jiuga akan menyertakan sebuah surat dari Sultan Tua yang sedang memerintah, Agung, yang didalamnya kata-kata disampaikan kepada Susuhunan dengan sikap yang merendahkan.

Sumber: “XXXIX Translaetbrief van Abou’l Nazar, Sulthan (2e) van Bantam aan den Sousouhounan” dalam “De Opkomst van Het Netherlandsch Gezag in Oost Indie: Verzameling van Onuitgegeven Stukken Uit Het Oud-Koloniaal Archief” (Zevente Deel) yang disunting oleh JHR MR JKJ De Jonge (Adjunct-Rijks-Archivaris) dan diterbitkan oleh Martinus Nijhoff di ‘s Gravenhage dan Frederik Muller di Amsterdam tahun MDCCCLXIII (1863) pada halaman 170. Surat salinan dalam bahasa Belanda yang menjadi rujukan dalam buku tersebut, masih tersimpan dengan baik di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Disalin ulang dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Gelar Taufiq Kusumawardhana/Yayasan Buana Varman Semesta (YBVS) pada Jum’at, 10 Januari 2025 di Bandung.

Leave a Comment